Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Mendes Minta Pengajuan Dana Desa Dipercepat Maksimal Seminggu

Jakarta – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meminta kepala daerah untuk mempercepat proses pengajuan Dana Desa maksimal dalam seminggu.

“Saya minta Bupati dan Walikota segera proses pengajuan Dana Desa maksimal seminggu,” ujar Abdul Halim dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2020).

Menurut Abdul Halim, dana desa ini bisa digunakan untuk menanggulangi wabah virus Corona atau COVID-19, baik untuk pencegahan maupun penanganan pandemi global ini.

“Arahan Bapak Presiden untuk segera dilakukan percepatan pencairan Dana Desa. Untuk itu, kami imbau kepada Kepala Daerah, agar sesegera mungkin melakukan langkah-langkah pencairan dana desa untuk penanganan dan penanggulangan dampak COVID-19,” ungkapnya.

Dia menuturkan dana desa tidak maksimal penyalurannya ke desa karena ada sejumlah persoalan yang terjadi. Antara lain masih ada beberapa daerah yang belum menetapkan Perbup/Perwali tentang tata cara pembagian dan penetapan rincian dana desa dan ini menghambat penyelesaian APBDes.

Kedua, ada sejumlah kepala daerah belum menerbitkan Surat Kuasa pemindahbukuan Dana Desa dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ke Rekening Kas Desa dan ini menghambat Desa yang telah memenuhi syarat untuk menerima penyaluran Dana Desa tahap I.

Problem lain yang dihadapi untuk percepatan pencairan Dana Desa adalah kecepatan KPPN dalam proses penyelesaian penyaluran Dana Desa ke rekening desa.

Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Taufiq Madjid menambahkan keterlambatan penyaluran Dana Desa juga karena proses pencairan masing-masing daerah berbeda.

“Ada yang cepat, ada juga yang terlambat, bahkan sampai ada yang satu minggu. Ada yang sampai puluhan desa per hari. Namun ada juga yang membatasi proses penyelesaian penyaluran sampai satu minggu. Ini juga jadi problem tersendiri,” bebernya

Terkait permasalahan ini, pihaknya telah mengirim surat ke Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan akhir Maret lalu agar pencairan dana desa dipercepat.

“Saya sudah berkirim surat ke Dirjen Perbendaharaan 31 Maret,” imbuh Taufiq.

Selain itu, kata Taufiq, ada 31 daerah yang belum menyelesaikan Perbup/Perwali tentang rincian dana desa untuk tiap desa.

“Dan ada 64 daerah yang belum membuat surat kuasa pemindahbukuan dana desa ke KPPN,” terangnya.

Data yang dihimpun oleh Kemendes PDTT menunjukkan Dana Desa yang tersalur ke Rekening Kas Desa (RKDes) per 7 April 2020 mencapai Rp 8,4 triliun atau 12% dari pagu Rp 72 triliun.

Padahal sudah ada 37.669 desa yang telah memenuhi syarat untuk mendapatkan penyaluran dana desa, tetapi baru 21.679 desa yang dapat dana desa. Jadi ada 15.990 Desa yang belum menerima Dana Desa padahal semua persyaratan sudah terpenuhi.

SUMBER : https://news.detik.com/berita/d-4970245/mendes-minta-pengajuan-dana-desa-dipercepat-maksimal-seminggu?_ga=2.152376313.195031405.1586674026-424889583.1570272206

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar